eksotisme sang dewi

Sudah banyak yang mengenal bahwa sang dewi adalah Gunung Rinjani, ntah karena mitos ataupun apa tapi sudah terkenal jika Gunung Rinjani merupakan jelmaan dari sang Dewi Anjani.
Perjalanan kali inipun, merupakan perjalanan yang tidak direncanakan, yang kita tau adalah berangkat pergi sampai ke kota Lombok, untuk selanjutnya dilombok mau kemana, mau ngapain atau lanjut kemana itu tergantung semua dikota lombok.
Setelah sampai di terminal mandalika, disini gw sama cana bingung mau ngapain, main ke pantai atau langsung ke unram dan berencana untuk naik ke Rinjani. ngobrol sana – sini ditawarin bus untuk ke sumbawa dll. Tapi keputusan kita berdua udah bulat untuk pergi ke rinjani, segala persiapanpun dilakukan untuk menyukseskan keberangkatan kita ke Rinjani😀
akhirnya kita naik taxi ke pantai senggigi untuk istirahat dan makan siang dan lanjut naik taxi kembali untuk berangkat ke FKIP UNRAM. Perkenalan kita dengan anak2 MAPALA Unram juga terbilang unik, dikarenakan cana kenalan dengan teman yang ngepost ajakan ke rinjani di kaskus, lalu mereka bilang kalo ada teman di FKIP UNRAM. jadi kita hanya kenal dengan teman punya teman (dan ternyata itu adalah teman dari temanya teman mereka juga yg belum sempat bertemu tapi hanya saling bertukar info tentang Gn. Rinjani hahahaha *funny*)
setelah sampai di Unram, kita ngobrol2 dan berkenalan serta cari tau tentang medan rinjani, dan persiapan apa saja yg harus dilakukan, mereka bilang mungkin nanti kita bahas sama-sama kita tunggu temen- temen dari bandung (yang juga temen cana yg tadi    gw bilang dani dan zul) setelah ngobrol2 sebentar akhirnya dani dan zul datang juga tapi mereka nda hanya berdua melainkan ber4 yang ternyata ketemu dibandara dan pas saling kenalan sama2 mau naik ke rinjani. Wah kami semua bertemu dengan tujuan yang sama untuk trekking ke rinjani.🙂 dan setelah berkenalan kembali, akhirnya kami mendiskusikan apa saja yang harus dibawa dari logistik dan persiapan2 lainya dibantu ama jangkrik, indra, dan bg bobby dan yg laen2 hahaha maap yaa lupa namanya😦 *tepokjidat*.
gw dan cana udah sempat mempersiapkan logistik, tapi sepeprtinya harus ditambah dengan beberapa bahan makanan lainya, karena yg kami bawa benaar benaar instan semuanya😀  akhirnya cana, zul dan diwan mereka pergi ke toko terdekat untuk beli logistik sedangkan gw, dani dan tandang tinggal unram, dan bercerita cerita ngalor ngidul kemana mana hahahha😀 ngomongin tentang jalur, hingga penyewaan porter.
kurang dari 2jam kami berbincang bincang tapi kami merasa semua sudah seperti kawan lama dan sudah seperti saudara sendiri🙂. Hari inipun diputuskan, bahwa kita akan mencarter mobil (400rb) untuk sampai di sembalun, persiapan logistik untuk 6orang selama 3-4hari di gunung rinjani serta, pemanggilan porter, tapi untuk porter ini masih belum jelas hahaha.
malam sudah semakin larut, akhirnya saya bersih bersih dan packing ulang seluruh barang2 untuk dibawa menaiki rinjani. abis packing, gw langsung ambil posisi tidur, karena udah ngantuk juga hahaha😀 dan tak terasa alarmpun berbunyi pukul 3 pagi, kami siap siap untuk berangkat dan mobil carteranpun datang. semua melakukan persiapan untuk menaiki barang ke atas mobil, perjalanan cukup jauh dari Unram ke pos sembalun. setibanya dipos sembalun, cana melakukan pembayaran retribusi dan pendaftaran, sedangkan saya cari toiled untuk bersih bersih dan mengeluarkan isi dalam perut hahaha😀 setelah terasa sudah siap semua, dan porter sudah ada, kamipun bersiap untuk berangkat berjalan setapak demi setapak😀
   

perjalananpun dimulai😀 agak agak parno juga c, karena rinjani abis kebakaran atau bisa dibilang masih kebakaran, yg membuat cuaca makin pa
rumah2 adat suku sade, disini rumahny dari bambu

gitu, yaa sangaad sederhana sekali, nas, perjalanan bau asap dan menyekit dada kare

na asap yg sangat tebaal :( perjalanan dimulai dengan melewati jalanan kita masiih jauuuuuuuuuuuuh ke depan,, semangaad semangaaaad😀 kami memulai untuk trekking pada pukul 8 pagi

perjalanan melewati padang savana yang sudah terbakar, masih ada sisa2 bakaran dan abunya serta melewati juga kawasan yang masih terbakar, asapnya masih tebal serta apinya masih besar,, tapi padang savana ini benar benar menakjubkan😀 terlihat seperti hanya kami yang mendaki tapi jika diperhatikan lagi, banyaak sekali pendaki dan mereka terlihat kecil2 karena jauh diatas ataupun jauh dibawah🙂. gw merasa salah pake pakaian, karena pake celana pendek yg menyebabkan kaki menjadi hitam dan kebakar, tapi yasudahlah sudah jalan, nda mungkin ganti baju lagi😀

       

akhirnya sampai juga di pos 1, ntahlah ini pos 1 atau bukan, tapi yang pasti ada pondokan buat beristirahat hahaha,, setelah lelah yang dirasakan, tapi karena hati senang rasanya itu semua menyenangkan dan bukan suatu beban😀

perlahan-lahan kami semua terus mendaki hingga akhirnya sampai di pos 2 untuk mengisi c perut tengah😀 huaa finally makan juga,, hehehe sang porterpun sudah siap untuk masak makanan siang kami🙂 happy!! (ssstttt,, ternyata porter2 ini dapet pelatihan loh jadi mereka mahir bangeed d,, dan masak nasi nda mentah hihihi😀 gw dapet ilmu juga neh cara masak nasi yg benar di trangia )

setelah perut tengah dimanjakan dengan sarden, mie dan nasi kami melanjutkan kembali perjalanan tidak lupa untuk beristirahat sementara😀 tips untuk teman teman yg mau naik rinjani dan pakai porter, ada baiknya untuk membeli bahan bahan makanan terlebih dahulu dan yang sehat karena porter2 ini pinter masak, dari makanan indonesia hingga makanan menu barat😀 pancake dll hahaha mantaaap🙂

dalam perjalanan setelah pos 2, menurut gw c yaa cukup menantang tanjakan tanjakan landai tanjakan landai dan tanjakan lagi wkwkwk,, agak agak gemana yaa cape tapi seru apalagi liat pemandangan yang keren bangeed yg nda ada di jakarta😀 plus ngumpet2 buat pip*s karena kebelet heheheh *peace* walau jalur kanan kiri terkena api dan bekas terbakar masih baru, tak meluputkan gw untuk terus nanjak menuju bukit bukit yg ada, hehehe hingga akhirnya beristirahat dipos sebelum naik kembali ke tanjakan yang banyak dibilang bukit penyesalan, tapi gw kaga menyesal, cuman capek hehehe🙂

masih sempet2nya dapet telpon dari nyokapnya hahaha

perjalanan ini tampak tak ada habisnyaa,, semua haruus terus dijalanin😀

melihat gambar diatas, rasanyaaa pelawangan itu sudah dekat ternyata masih jauuuuuhh saudara saudari,, huhuhuhu masih jaaauuuhh d,, jangan tertipu hahaha,, setelah melewati tanjakan dan tanjakan dan tanjakan akhirnya ketemu pos juga, dan gw beristirahat disini cukup lama sekali mungkin sekitaran 1jam lebih, karena ditinggal sama cana yang turun lagi kebawah untuk membantu teman2 yang lain. apa mau dikata, udah kedinginan dan tak tahan tapi apa daya cana tak terlihat batang idungnya, hanya tas yang dy tinggaliin, sempet parno karena dy nda ngomong tiba2 ilang begitu aj,, tapi tetep dengan sabar menunggu, melihat satu per satu orang yg naik dan berangkat melanjutkan perjalanan. Akhirnya cana datang dengan zul, yang tampak sudah kelelahan, tapi karena gw udah kedinginan akhirnya gw ama cana lanjut terus keatas meninggalkan zul yg beristirahat dulu di pos. Kami melewati tanjakan terakhir sebelum ke pelawangan sembalun, mungkin ini yg dibilang jika 7 bukit penyesalan karena semua orang akan tertipu dikira sudah selesai tapi masih ada lagi dan lagiii,, huuuaaa capeek bangeed rasanyaa,, orang2 yang tadi duluan semua beristirahat untuk memijit2 kaki dsb, tapi karena gw udah kelamaan istirahatnya, akhirnya gw jalan terus dan terlihat juga sang mentari, pukul 4 sore gw udah nyampe di pelawangan sembalun (dari berangkat jam 8 pagi di pos sembalun sampai ke pelawangan sembalun jam 4 sore, yaa kurang lebih perjalanan 6jam dikurangi makan 1 jam dan istirahat di pos 1 jam,, jadi kemaren kita dari sembalun ke pelawangan sekitar 4jaman)

kamu liat foto ini?? yuuup kita dipelawangan sembalun hahahahhaha akhirnyaa sampaai juga😀 dan  ada yang bahagia🙂

senyuumnya bahagiaa sekali karena sudah sampai di pelawangan sembaluunnn,, eeeiittsss tapi jangan salah dan jangan tertipu hahaha,, kalo mau ngecamp bukan disini😦 tapi masiiihh jauuuhh huhuhuhuhu,, masiih panjaang perjalananyaaa

liat bukit dibelakang cana?? yaa kita masih harus melewati itu juga,, huaaa its crazyyy hahahahha😀 masih harus melewati satu bukit lagi barulah kita sampai di camp groundnya, camp ground tempat untuk memasang tenda, dan untuk arah kepuncak lebih dekat.

saat akhirnya gw harus berjalan lagi menuju camp ground, ada satu masalah yang ada, yaitu frame tenda masih di porter, dan c porter nemenin dani dibelakang, walhasil gw kembali kedinginan brrr,, untungnya tenda kang tandang ada, dan gw numpang dulu disitu, cuman sebelumnya kita nda mau melewatkan sunset pelawangan yang begitu menakjubkan,, ada sunset dibalik gunung,, ouw amazing😀 sepertinya itu Gunung Agung Bali, tapi ntahlah, saya hanya menikmat keindahanya,, ternyata bisa liat sunset juga diatas gunung😛

puas menikmati sunset, porter datang, tenda sudah didirikan, dan kemudian masuk kedalam sleeping bag sambil menunggu makan malam yang dimasak oleh porter, ahh hidup ini indah yaa hahaha,, setelah makan malam dan minum susu coklat hangat, saya kembali masuk kedalam sleeping bag untuk beristirahat menanti subuh untuk summit attack. yeaayy summit attack jika berhasil, akan menjadi gunung pertama saya😀 hohohoho matii tidurr🙂

ntah karena kecapean atau bagaimana, kami semua telad bangun, artinya kesiangan,, hahaha dan kami baru berangkat menuju puncak pukul 2.15 pagi,,, hahaha,, semua telad disiapkan, dan kamipun berangkat, perjalanan belum terlalu terjal, tapi sudah cukup menguras tenaga,, hehehe langkah demi langkah gw lakukan, coklat demi coklatpun dimakan, dan terus melangkah, hawa yang dingin menusuk tulang dan juga bau asap yg menyesakkan dada, masih terlihat c jago merah melahap hutan sekitar gunung rinjani, tapi tetap kulangkahkan kaki ini.

awal pendakian menuju puncak

sih jago merah

jika melihat keatas rasanya banyak bintang yg berkelap kelip dan berjalan indah sekali, tapi ternyata itu adalah cahaya dari headlamp para pendaki, yaa cahaya itu yg setidakny membantu gw dan memberikan semangat tersendiri untuk gw. Sang mentari mulai menunjukkan keagunganya,, sungguh indah melihat mentari hadir kembali untuk menerangi dunia ini, perpaduan warna yang tak dapat dikatakan, membuat hampir semua pendaki berenti untuk menyaksikanya dan terdengar sorak sorai bahagia melihat sang mentari.

mentari

mentari

setelah melihat kebangkitan sang mentari, perjalananpun masih terus gw lakukan, walau sempet cekcok adu mulut dengan cana tapi tetap pendakian masih dilakukan, sempet juga jadi marah2 hahaha,, yaa mendaki itu nda boleh egois, harus meninggalkan segala kesombongan diri

lagi ngambek

jam 08.15,, Puncak Rinjani 3726mdpl 

puncak rinjani

Setelah bernarsis narsis ria, foto ampe mabok, celebration cheers, makan nutr*je*l dan melepas lelah, nampar cana😛 , ngobrol2, kamipun turun kebawah dan tak dapat dibayangkan trek yang tadi dinaikin, ouw sungguh sungguh indah, lihat pasir warna orange, ungu, merah, berbagai macam jenis bebatuan (yang akhirnya tau itu ada pasir merica juga) dan tanaman edelweis yang mempesona, pemandangan segara anak, gunung jari baru dan pemandangan indah lainya, terlukiskan bagai video yang menari2 didepan mata.. ahh saya cinta Rinjani😀
Waktu turun kurang dari 2jam itupun sudah dengan istirahat dan foto foto berbeda denga waktu naik yang hingga 6 jam x_x hahahaha😀 tapi semua dijalani dengan bahagia, sesampainya di camping ground, makan sudah tersedia, dan kamipun melahapnya, kemudian istirahat sejenak dan kembali packing untuk turun ke segara anak. Kurang lebih kami berjalan dari pelawangan sembalun menuju segara anak, memakan waktu 3jam perjalanan, perjalanan kali ini sangat terjal sekali dan berbatu, sehingga kami harus benar2 hati hati dikarenakan jika tidak berhati2 maka bisa terpeleset jatuh, setelah melewati turunan batu yang curam, kami sempat beristirahat dibawah poho, keadaan pohon disinipun sangat sedikit, jadi kami sangat beruntung untuk mendapatkan pohon yang agak rindang untuk berteduh, dan kemudian diwan membuka korma untuk kami santap, lumayan untuk pelepas dahaga. perjalanan kembali dimulai, melewati jembatan yang hampir usang, sehingga kami harus perlahan2 dan akhirnya bertemu dipohon yang cukup rindang. kata mas nanda (porter kami) kalo ini merupakan pohon rindang terakhir, karena nantinya tidak akan ada lagi pohon yang membuat akan menjadi sangat panas, walau demikian, kami tetap semangaad😀
melewati sawah, ladang, melipir bukit akhirnya terlihat juga danau segara anakan tersebut. dan rasa ini cukup bahagia, karena melihat air😀 setelah memasang tenda, kami kembali beristirahat ada yang mandi air panas serta ada juga yang langsung memancing, tetapi gw masuk dalam tenda dan menunggu makanan disajikan dikarenakan angin yang kencang berhembus,, diingiiiinn bbrr…
keindahan segara anak tak bisa kami rasakan lama, karena harus segera kembali pulang melalui jalur senaru, sehingga rasanya sangad berat meninggalkan badan untuk beranjak, segara anak mempunyai daya pesona tersendiri untuk kita nikmati, mentari sudah beranjak tinggi, setelah kami makan pagi, packing akhirnya kami berangkat melewati jalur senaru, ahh jalur yg cukup melelahkan juga, kenapa? karena kami harus naik keatas, bahkan memanjat karena ketinggian yang cukup curam, sehingga disediakan tali untuk memanjatnya, ahh pengalaman yang berbeda juga, dari segara anakan, kamu menuju ke batu ceper, dan beristirahat sebentar kemudian melanjutkan kembali perjalanan ke pelawangan senaru yang berkabut dan dingin. kemudian kami beristirahat sejenak untuk memakan cemilan dan tidak lupa nut*ije*l. pemandangan pelawangan senaru sungguh mempesona, melihat sisi segara anak dengan posisi yang berbeda😀 sungguh view yang indah sekali. dan saat ini monyet monyet lebih banyaak hahaha
dari pelawangan senaru, kami akhirnya mulai perjalanan turun, sudah tidak ada lagi tanjakan sudah tidak ada lagi manjat2 tapi kami menurun tetapi turunanya pun terjal dan berbatu2 sehingga kami kembali beristirahat, tidak lupa berfoto foto. Tidak hanya berbatu2 tetapi juga medan yang tanah kering dan berdebu, sehingga jika kami berjalan maka debu naik dan menyesakkan hidung, apalagi ada yang berlari2 hahaha,, kalo gw lari udah langsung kepleset dan jatuh karena licin dan memang benar berkali kali gw jatuh hahahaha.. dalam perjalanan ini kami melewati daerah hutan yang masih terbakar, dan ada pohon tumbang karena terbakar dan menutupi jalan, tetapi harus kami lalui, debu masih panas, dan bau yang sangad menyesakkan dada, sehingga disana, saya jalan sambil tahan napas dan sedikit berlari cepat karena panas dari abu yang terbakar tersebut. tidak terasa, pos 3 sudah terlihat dan kami beristirahat, dan lagi, makanan sudah tersaji plus susu coklat, tapi saya mesti membersihkan kaki serta membubuhkan salonpas gel ke kaki paha dan betis biar tidak sakit, plus membersihkan luka2 yang ternyata berdarah saat jatuh jatuh tadi.😀
setelah makan, membersihkan luka, dan beristirahat, maka perjalananpun kami lanjutkan kembali, perlahan lahan kami turun karena sudah banyak akar2an yang ada, jadi kami harus lebih berhati hati. sesampainya di pos 2 kami bersitirahat kembali lumayan lama, karena menunggu diwan yang kakinya sudah sakit atau mungkin bengkak. di pos 2 sekitar 1 jam kami beristirahat, dan akhirnya kami melanjutkan kembali perjalanan ini, dan ditantang oleh mas nanda untuk 45menit sampai ke 0 KM, hahah tantangan inipun kami ambil dan akhirnya dengan berlari, sampailah kami di 0 KM tersebut, rasanya puas sekali, dan bertemu dengan warung yg menjual berbagai macam minuman, ahh buah manggis kala itu sungguh nikmat walau harganya mahal🙂
mentari telah bersembunyi kembali, lama kami menunggu kedatangan diwan, sehingga mas nanda harus kembali untuk menjemput mereka dikarenak cuaca sudah malam. sesampainya mereka dan beristirahat sebentar, akhirnya kami turun ke pos pendakian senaru bersama2 perlahan2 sambil bercerita tentang gunung rinjani. Perjalanan ini benar2 mempesona saya😀 sunggu saya sangaad sangaad bahagia karena mendapatkan pengalaman yang luar biasa menikmati ciptaan Tuhan secara langsung.
sampai dibawah kami menuju penginapan dan menikmati ayam goreng, nasi panas, dan kangkung plecing sungguh nikmat dan beristirahat😀
happy travelling
*she
Categories: i love travelling | Tags: , , , , , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: